WebLibrary Uncategorized Perang Mengganas! Rusia-Ukraina Solid Gunakan Senjata Terlarang

Perang Mengganas! Rusia-Ukraina Solid Gunakan Senjata Terlarang


Ukraina siap memakai bom klaster atau munisi tandan yang disuplai Amerika Serikat (AS) untuk menarget Rusia. Sesudah pembicaraan beberapa bulan, AS pada akhirnya sepakat untuk mengirimi amunisi polemis itu ke Kyiv.
Presiden AS Joe Biden awalnya menjelaskan jika Washington sudah membuat keputusan susah untuk menyiapkan senjata karena Ukraina sudah kekurangan amunisi. Adapun, Ukraina disebutkan sudah memakai tipe bom itu dan hasilnya cukup efisien.

“Gedung Putih sudah memperoleh operan balik awalnya dari Ukraina, dan mereka memakainya (munisi tandan) dengan cukup efisien,” kata jubir Dewan Keamanan Nasional, John Kirby, d ikutip dari Newsweek, Senin (24/7/2023).

Wakil jubir Pentagon, Sabrina Singh, menjelaskan hal seirama. Menurut dia, senjata itu benar-benar kuat dan akan diberikan ke Ukraina.

Daniel Rice, bekas penasihat khusus komandan khusus Ukraina, Jenderal Valery Zaluzhny, menjelaskan efektifitas senjata itu atau DPICM telah kelihatan beberapa hari akhir dan jadi game-changer untuk pembalasan Ukraina ke Rusia.

Sepanjang beberapa minggu kedepan, DPICM akan gantikan senjata high-explosive (HE) yang pernah dikasihkan ke Ukraina, jauh tingkatkan kerusakan yang bisa dilaksanakan pesawat tempur Kyiv dengan artileri seperti howitzer 155mm. DPICM disebutkan efisien pada personil dan sasaran lapis baja.

AS sendiri sudah sediakan nyaris 200 howitzer 155mm ke Ukraina sampai sekarang ini.

Gubernur daerah Belgorod di Ukraina timur mengklaim di Telegram jika Kyiv sudah memakai senjata klaster pada Sabtu kemarin.

Beberapa pakar menjelaskan peluru DPICM mempunyai beberapa keunggulan dibanding amunisi HE, termasuk meliputi tempat yang bertambah luas dan perpanjang saat hidup laras artileri yang tembakkan peluru.

Ahli militer memvisualisasikan munisi tandan sebagai alat hebat yang pasti menolong Ukraina dalam gempuran balasan pada beberapa pejuang Kremlin di Ukraina selatan. Mematikan pada pasukan infanteri, mereka memungkinkannya Ukraina memunculkan semakin banyak kerusakan pada target Rusia dalam jumlah gempuran yang masih sama.

Tetapi bom klaster menebarkan submunisi di tempat yang luas, memacu kekuatiran mengenai masyarakat sipil yang ada dalam bahaya. Munisi tandan dilarang di lebih dari 120 negara di bawah Pakta Oslo, walaupun AS, Ukraina, dan Rusia bukan penandatangan kesepakatan yang larang produksi, pemakaian, atau penimbunannya.

Baik Rusia dan Ukraina sudah memakai munisi tandan dalam perang yang berjalan selama ini. Pavlo Kyrylenko, kepala administrasi militer regional di daerah Donetsk yang diperebutkan di Ukraina timur, menjelaskan pada Minggu jika pasukan Rusia sudah memakai bom itu untuk serang kota Chasiv Yar di Donetsk.

Originally posted 2023-07-24 07:31:16.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post